Awalnya biasa saja
Tidak ada kata
Tiada rasa
Hanya sebuah nama
Aku melihatnya apa adanya
Seolah ada sinyal yang mengudara diantara kita
Ah, mentari itu hampir genap
Jutaan detikku siap meyambut
Selami samudera kalbumu
Iringi dia dengan kesucian
Dengan makna
Menjaga sepenuh jiwa
puisi ini diikutsertakan pada Lomba buat Puisi Cinta dengan tema Puisi Cinta Untuk Kekasih
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
6 May 2013
11 Apr 2013
3 Mar 2013
Puisi Cinta
Bismillah. Sesuai janji saya pada beberapa hari yang lalu. Hari ini ahad 3 Maret 2013 saya memposting puisi. Puisi cinta. hihi.
Teruntuk siapa saja yang sedang dilanda cinta dan ingin mengutarakan cinta namun belum tiba saat nya. Semoga mengispirasi.
Teruntuk siapa saja yang sedang dilanda cinta dan ingin mengutarakan cinta namun belum tiba saat nya. Semoga mengispirasi.
"Ketika Cinta Berkata"
segerombolan kata cinta berkecamuk
menyeruak memenuhi lisan
bergumul dengan rindu tak terelakkan
ah, begitu berat rasa memendam dalam
belum genap mentari dihadapan
masih ada jutaan detik yang harus dilalui
terpisahkan dua ruang
terjarakkan dua waktu
ah, jangan terpukau dengan bisikan-bisikan
dia ada untukmu
maka engkau berhak menyaru bagai setan
menghancurkan batasan yang terbentang
menumpahkan habis rasa dan kata
tidak ada alasan
bahkan mendekati saja sudah terlarang
kata dan rasa
jangan kau berani bergelut maut
menyulut duka penyesalan
menerjang badai kemurkaan
ah, resapi kalbu terdalammu
dekatkan Dia pada jiwamu
rasakan sentuhan bening itu
engkau akan tau
bahwa ada saat nya
jauh lebih bermakna
tiada cela dan bahkan
limpahan suci
saat mentari sudah dihadapan
ketika jutaan detik telah dilalui
dua ruang
dua waktu
29 Oct 2012
Negeri Para Bedebah : Adhie Massardi
Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor menjatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negara para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dan mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah apa suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan.
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor menjatuhkan bebatuan menyala-nyala
Tahukah kamu ciri-ciri negara para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dan mengais sampah
Atau menjadi kuli di negeri orang
Yang upahnya serapah dan bogem mentah
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedangkan rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah apa suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila melihat negeri dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi, dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan.
Selamat Hari Sumpah Pemuda
Pemuda yang mampu berkontribusi untuk negeri
22 Aug 2012
Sutardji Calzoum Bachri : IDUL FITRI
Lihat
Pedang tobat ini menebas-nebas hati
dari masa lampau yang lalai dan sia
Telah kulaksanakan puasa ramadhanku,
telah kutegakkan shalat malam
telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang
Telah kuhamparkan sajadah
Yang tak hanya nuju Ka’bah
tapi ikhlas mencapai hati dan darah
Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu
Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya
Maka aku girang-girangkan hatiku
Aku bilang:
Tardji rindu yang kau wudhukkan setiap malam
Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang
Namun si bandel Tardji ini sekali merindu
Takkan pernah melupa
Takkan kulupa janji-Nya
Bagi yang merindu insya Allah ka nada mustajab Cinta
Maka walau tak jumpa denganNya
Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini
Semakin mendekatkan aku padaNya
Dan semakin dekat
semakin terasa kesia-siaan pada usia lama yang lalai berlupa
O lihat Tuhan, kini si bekas pemabuk ini
ngebut
di jalan lurus
Jangan Kau depakkan lagi aku ke trotoir
tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia
Kini biarkan aku meneggak marak CahayaMu
di ujung sisa usia
O usia lalai yang berkepanjangan
Yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus
Tuhan jangan Kau depakkan aku lagi ke trotoir
tempat aku dulu menenggak arak di warung dunia
Maka pagi ini
Kukenakan zirah la ilaha illAllah
aku pakai sepatu sirathal mustaqim
aku pun lurus menuju lapangan tempat shalat Id
Aku bawa masjid dalam diriku
Kuhamparkan di lapangan
Kutegakkan shalat
Dan kurayakan kelahiran kembali
di sana
Pedang tobat ini menebas-nebas hati
dari masa lampau yang lalai dan sia
Telah kulaksanakan puasa ramadhanku,
telah kutegakkan shalat malam
telah kuuntaikan wirid tiap malam dan siang
Telah kuhamparkan sajadah
Yang tak hanya nuju Ka’bah
tapi ikhlas mencapai hati dan darah
Dan di malam-malam Lailatul Qadar akupun menunggu
Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya
Maka aku girang-girangkan hatiku
Aku bilang:
Tardji rindu yang kau wudhukkan setiap malam
Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang
Namun si bandel Tardji ini sekali merindu
Takkan pernah melupa
Takkan kulupa janji-Nya
Bagi yang merindu insya Allah ka nada mustajab Cinta
Maka walau tak jumpa denganNya
Shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini
Semakin mendekatkan aku padaNya
Dan semakin dekat
semakin terasa kesia-siaan pada usia lama yang lalai berlupa
O lihat Tuhan, kini si bekas pemabuk ini
ngebut
di jalan lurus
Jangan Kau depakkan lagi aku ke trotoir
tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia
Kini biarkan aku meneggak marak CahayaMu
di ujung sisa usia
O usia lalai yang berkepanjangan
Yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus
Tuhan jangan Kau depakkan aku lagi ke trotoir
tempat aku dulu menenggak arak di warung dunia
Maka pagi ini
Kukenakan zirah la ilaha illAllah
aku pakai sepatu sirathal mustaqim
aku pun lurus menuju lapangan tempat shalat Id
Aku bawa masjid dalam diriku
Kuhamparkan di lapangan
Kutegakkan shalat
Dan kurayakan kelahiran kembali
di sana
18 Jun 2012
Tapi
Oleh : Sutardji Calzoum Bachri
aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah !
aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah !
![]() |
| Sutardji Calzoum Bachri |
sumber foto : http://antarafoto.com/
4 Jun 2012
Rindu Biru
Kamu adalah mentari merah jambu
Kamu adalah kepingan ceritera pasar minggu
Kamu adalah sahabat dua waktu
Kamu adalah semangat kharismaku
Kamu adalah makmum kelakku
21 May 2012
Mentari Merah Jambu
Mentari merah jambu menyapa lembut
Memberikan harap di batas waktu
Dua purnama muda tengah menanti
Saat-saat insan tersibukkan dengan ketakwaan
Allahumma bariklanaa fii rojaba wa sya'ban
wa ballighnaa romadhoon
Ya Allah, berkahilah kami di bulan rajab dan sya'ban
dan sampaikanlah kami ke bulan ramadhan
20 May 2012
!
Sederhana namun berkesan
Bersahaja tetapi penuh arti
Teduh
Lembut
Manis
Aku mencintaimu
Apa adanya
Tanpa alasan !
20 Apr 2012
Di Pasar Minggu
Di Pasar Minggu kita bertemu
Langit haru menjadi saksi bisu
Engkau tersenyum tersipu malu
Dan akupun begitu
Masih ingatkah engkau akan peristiwa itu
Saat merah merona masa kampus biru
Aku berkata kepadamu
Tolong jaga baik-baik hatimu
Tidak ada satupun kata yang terucap darimu
Hanya anggukan penuh mesra itu
Penanda sebuah jawabanmu
Untuk menjaga baik-baik hatimu
Namun kini aku tidak mengetahui kabar tentangmu
Apakah engkau baik-baik selalu
Hanya selaksa doa yang teruntai untukmu
Semoga hatimu senantiasa terjaga untukku
Dan kita bertemu kembali di Pasar Minggu

29 Mar 2012
Jika Sampai Waktuku
Maafkan aku
Yang tidak menanyakan kabarmu
Yang tidak mengetahui keadaanmu
Yang tidak mengerti kondisimu
Yang tidak memerhatikan dirimu
Maafkan aku
Karena belum sampai waktuku
Karena tidak ada alasan bagiku untuk tidak memuliakanmu
Karena aku ingin memberimu waktu untuk mensholehahkan dirimu
Karena aku ingin memantaskan diriku untukmu
Doakan aku
Jika sampai waktuku
Aku akan menanyakan kabarmu
Aku akan mengetahui keadaanmu
Aku akan mengerti kondisimu
Aku akan memerhatikan dirimu
Doakan aku
6 Mar 2012
Lubang Buaya - Pondok Gede
Semua diam
Semua stagnan
Semua tak bergerak
Semua tak beranjak
Hanya deru bising yang terus terdengar
Hanya kepulan asap yang terus membakar
Hanya keluhan yang terus berkobar
Hanya kepasrahan yang terus berkibar
Sabar sahabat
Semua pasti kan ada waktunya
Semua keadaan kan menemukan pemecahannya
Berjuanglah sahabat
Dengan tekad membara
Dengan semangat membahana
Dengan kerja nyata
Dengan doa tingkat dewa
Semua stagnan
Semua tak bergerak
Semua tak beranjak
Hanya deru bising yang terus terdengar
Hanya kepulan asap yang terus membakar
Hanya keluhan yang terus berkobar
Hanya kepasrahan yang terus berkibar
Sabar sahabat
Semua pasti kan ada waktunya
Semua keadaan kan menemukan pemecahannya
Berjuanglah sahabat
Dengan tekad membara
Dengan semangat membahana
Dengan kerja nyata
Dengan doa tingkat dewa
1 Mar 2012
Kharismaku
Berderu melaju menembus waktu
*Puisi di atas didedikasikan untuk motor kesayangannya si EMPU TERUS MENULIS
Dirimu selalu menemaniku
Menemani hari-hariku
Setia menungguku di batas rindu
Semangatmu membuatku syahdu
Keikhlasanmu begitu tulus kepadaku
Pengorbananmu tak tergantikan selalu
Kesetiaanmu meluluhkan hati dan perasaanku
Kharismaku, tolong jangan tinggalkanku
Entah apa jadinya diriku tanpa adanya dirimu
Kharismaku, tolong terima apa adanya diriku
Karena dirimu adalah bagian dari diriku selalu*Puisi di atas didedikasikan untuk motor kesayangannya si EMPU TERUS MENULIS
23 Feb 2012
Untukmu
Mengharukan sekali rasanya ketika melihat kedua wajah tersenyum itu.
Tersenyum syahdu penuh rasa rindu.
Pada hari itu genap sudah perjuanganku.
Perjuanganku mencari ilmu di kampus kuning itu.
Berjuta rasa terimakasihku hanya untuk dirimu.
Untuk dirimu yang telah membesarkanku.
Untuk dirimu yang telah mendidikku.
Untuk dirimu yang telah menyayangiku.
Untuk dirimu yang telah mendoakanku.
Dan untuk semua yang telah dirimu perjuangkan untukku.
Kini giliran tugasku untuk membahagiakanmu.
17 Feb 2012
Sahabat Dua Waktu
Kerlipan gemintang jingga.
Malam tiada batas.
Pelangi tanpa tepi.
Aku titipkan berjuta mimpi.
Tiap detik ruh kan merayu.
Tiap helaan nafas syahdu.
Kini kita hidup dalam dua waktu.
Dalam kuadrat kerinduan.
Dalam jutaan bintang.
Sahabat…
Kutanamkan benih rindu.
Sehangat sosokmu.
Selembut dekapan dulu.
Dalam hitungan waktu.11 Feb 2012
Untuk mu yang akan menjadi makmumku
Untuk mu yang akan menjadi makmumku.
Tugasku adalah memantaskan diriku untuk menjadi imam bagi serpihan tulak rusukku.
Untuk mu yang akan menjadi makmumku.
Tugasmu adalah bukan mencari diriku melainkan mensolehahkan dan menjaga dirimu.
Untuk mu yang akan menjadi makmumku.
Yakin dan percayalah bahwa Allah akan selalu memberikan jalan bagi kita.
Untuk mu yang akan menjadi makmumku.
Yakin dan percayalah bahwa Allah akan selalu memudahkan jalan bagi kita.
Untuk mu yang akan menjadi makmumku.
Yakin dan percayalah bahwa Allah akan mempertemukan kita jika sudah saatnya.
Untuk mu yang akan menjadi makmumku.
Jika namamu yang tertulis di Lauhul mahfudz untuk diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri dan hati kita.20 Jan 2011
"munajat cinta untukmu orangtua ku"
| Ya Allah, Rendahkanlah suaraku bagi mereka, Perindahlah ucapanku di depan mereka. Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan Lembutkanlah hatiku untuk mereka. Ya Allah, Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya Atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku, Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku. Ya Allah, Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan, atau kesusahan yang mereka derita karena aku, atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku, jadikanlah itu semua Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka, Meningginya kedudukan mereka dan Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda. Ya Allah, Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku, Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku. Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku, Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka, sehingga kami semua berkumpul Bersama dengan santunan-Mu di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu. Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung, serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih. *NN |
Subscribe to:
Posts (Atom)












